PATI, Lingkar.news – Mengetahui sejarah adalah salah satu cara untuk mengenal identitas diri. Juga sebagai panduan moral dan politik dalam merunut perjalanan suatu bangsa. Tak terkecuali, semangat itu pula yang dibawa ketika memperingati Haul Ki Ageng Penjawi.

Di dusun Kaborongan RT 10 RW 01, Kelurahan Pati Lor, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, makam Ki Ageng Penjawi ini tampak bersih terawat. Secara geografis, lokasinya berdekatan dengan Dusun Randukuning. Makam yang berada di satu bangunan khusus ini, juga dilengkapi mushola kecil nan unik terbuat dari kayu jati bercorak tradisional.

Tema “Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati” muncul kala penjaga makam bersama warga sekitar rapat bersama untuk menyusun giat acara peringatan Haul Ki Ageng Penjawi pada Minggu, 2 Juli 2023 malam.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini kehadiran Komisaris Utama Lingkar Media Group (LMG) Agus Sunarko, S.STP., M.Si memberi warna tersendiri. Jika sebelum-sebelumnya, Haul Ki Ageng Penjawi diperingati secara sederhana dengan buka luwur saja, kali ini ide-ide segar dari Komisaris Utama LMG memberi nuansa yang berbeda.

“Saya selaku warga masyarakat yang berdomisili di Kampung Randukuning, yang berdekatan dengan makam Mbah Penjawi. Sudah barang tentu ketika ada Haul Mbah Penjawi, saya merasa ikut terpanggil. Dan ketika diajak untuk terlibat, dengan sukacita, kita (LMG) akan ikut mensupport apa pun yang dibutuhkan supaya Haul Mbah Penjawi ini terealisasi,” tutur Agsun (panggilan Agus Sunarko) yang juga menjabat sebagai Camat Dukuhseti.

Agsun pun memberikan sejumlah ide kreatif. Di antaranya, selain melibatkan warga sekitar, juga melibatkan pejabat Daerah yang berpengaruh untuk ikut mendongkrak khasanah suatu wilayah. Termasuk khasanah soal sejarah dan kebudayaan daerah.

Pria jebolan STPDN ini juga memberikan saran, supaya haul kali ini diperingati dalam satu rangkaian acara. Mulai dari kirab, pengajian umum, hingga buka luwur.

“Tahun ini saya usulkan tema ‘Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati’. Saya selaku pamong praja sangat terpanggil untuk terlibat. Memang kita sudah saatnya bangkit dengan tidak meninggalkan cita-cita luhur para pendiri. Karena Ki Ageng Penjawi ini, saya yakini sebagai salah satu pendiri, leluhur yang ada di Kabupaten Pati, maka sudah selayaknya saya wajib mengikuti jejak-jejak beliau,” tambahnya.

Ia juga berjanji akan mengoptimalkan Lingkar Media Group, selain sebagai donatur acara, juga sebagai media partner yang memback-up full kegiatan tersebut sehingga siarnya bisa menyebar ke berbagai daerah.

Gagasan Agsun ini, mendapat respons positif dari warga. Terutama dari putra juru kunci makam Ki Ageng Penjawi yang juga sebagai Ketua Panitia, Teguh Jumadiyanto, yang selama ini merasa perhatian kita untuk pengembangan situs makam salah satu leluhur Pati tersebut belum ada gaungnya.

“Dengan adanya haul ini, saya ingin membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa di Kabupaten Pati ini ada ikon yang terlupakan. Yaitu Ki Ageng Penjawi yang menjadi sesepuh di Kabupaten Pati , juga merupakan ulama dan umara keturunan seorang wali, yaitu Sunan Ngerang 3, yang keturunannya sampai sekarang pun masih banyak sekali yang ada di Surakarta Hadiningrat dan Ngayogyakarta Hadiningrat yang mengakui bahwa Ki Ageng Penjawi adalah leluhurnya. Orang Pati sendiri kalau sampai tidak ingat kepada Ki Ageng Penjawi yang kebangetan, gitu saja,” jelasnya.

Ia pun sangat terbuka menyambut ide-ide Agsun yang dinilai bakal membawa banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Ia berharap, Haul Ki Ageng Penjawi bisa diperingati setiap tahun sebagai salah satu kekayaan budaya Pati yang diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten.

Selain itu, harapannya bisa dijadikan salah satu destinasi wisata religi yang mendapat prioritas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pati. Mengingat keberadaan situs Ki Ageng Penjawi ini kurang mendapat perhatian selama ini, sehingga banyak warga Pati sendiri yang belum mengetahui silsilah dan keberadaan makam Ki Ageng Penjawi di Bumi Mina Tani. (Lingkar Network | Nailin RA – Lingkar.news)

By admin