JEPARA, Lingkar.news Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M sudah memasuki pemulangan jemaah. Sejak 4 Juni 2023, jemaah sudah mulai diterbangkan ke Tanah Air secara bertahap dan akan berlangsung hingga 2 Agustus 2023.

Wakil Ketua DPRD Jepara Nuruddin Amin menilai, secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sudah baik, meskipun masih ada kekurangan di sana sini. Menurutnya, hal itu merupakan hal yang lazim, apalagi pelaksanaannya tergantung banyak pihak.

“Penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Ada banyak pihak yang ikut terlibat, antara lain, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan lembaga pemerintah terkait lainnya,” ujar Gus Nung sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Jepara, pada Senin, 31 Juli 2023.

Selain itu, lanjut Gus Nung, ada Mashariq yang ditunjuk Pemerintah Saudi sebagai penanggung jawab layanan jemaah haji Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Dalam prosesnya, Kemenag melakukan kerja sama dan memberikan seluruh kewajibannya dalam rangka penyediaan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Patut disayangkan, lanjutnya, dalam pelaksanaannya, kinerja Mashariq tahun ini jauh dari yang diharapkan. Muncul sejumlah permasalahan, di antaranya, ada jemaah non kuota yang mencoba menempati tenda jemaah dan keterlambatan katering di Arafah, keterlambatan pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah ke Mina, serta keterlambatan katering dan persoalan sanitasi di Mina.

“Meskipun banyak kekurangan disana-sini, saya melihat pelayanan kepada jemaah yang diberikan petugas haji cukup baik. Terutama kepada jemaah haji Lansia,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara ini.

Menurut Gus Nung, ibadah haji mempunyai tantangan tersendiri, hal tersebut berkenaan dengan cuaca, medan, situasi yang asing, makanan, ketersediaan air, penginapan, manajemen, hubungan antar jamaah, dan lainnya.

“Hampir dipastikan penyelenggaraan haji tidak akan pernah sempurna, betapa pun upaya optimal telah dilakukan. Inilah yang dapat dilakukan secara optimal, selebihnya kita serahkan kepada Allah,” imbuhnya.

Ia menerangkan, berdasarkan data dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Jawa Tengah mencatat, pada masa pemulangan sampai dengan Senin, 31 Juli 2023, jemaah haji yang sudah tiba di Embarkasi Solo ada 85 kloter dengan jumlah 30.276 jemaah.

“Untuk update jadwal pemulangan khusus Senin, 31 Juli 2023 ada 4 kloter yakni Kloter 83 dari Jepara mendarat di Bandara Internasional Adi Sumarmo pukul 01.40 WIB. Dilanjutkan Kloter 96 (85 B) dari Jawa Tengah pukul 06.39 WIB. Kemudian Kloter 84 dari Jepara pukul 13.50 WIB dan Kloter 85 dari Jepara pukul 16.20 WIB,” terang Gus Nung.

Sementara untuk update jemaah haji Embarkasi Solo yang wafat, lanjut Gus Nung, sampai hari ini ada 122 jemaah. Sedangkan jemaah haji sakit ada 21 jemaah dengan rincian 19 jemaah dirawat di Arab Saudi dan 2 jemaah dirawat di tanah air.

“Semoga semua mendapat haji mabrur. Seluruh jerih payah dibalas dengan kebaikan. Dosa dan kesalahan diampuni oleh Allah,” pungkas politisi PKB ini. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Lingkar.news)

By admin