REMBANG, Lingkar.news – Cristalino David Ozora Latumahina yang merupakan korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo bersama rekannya mengunjungi kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang pada Selasa 20 Juni 2023. 

Bersama keluarganya, David Ozora tiba di kediaman Gus Mus sekitar pukul 12.30 WIB. Diketahui, sebelum sowan ke Gus Mus, David Ozora beserta keluarga juga berziarah ke makam ayah dan kakak Gus Mus, yaitu KH Bisri Mustofa dan KH M Cholil Bisri.

Usai berziarah, rombongan David menuju rumah Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Namun mereka tak bertemu dengan sang tuan rumah. Sebelum mengunjungi Gus Mus, rombongan David juga sowan ke kediaman ibunda Menag Yaqut, Nyai Muchsinah Cholil.

Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina menyampaikan tujuan dirinya berziarah ke makam KH Bisri Musthofa dan sowan ke Gus Mus adalah untuk menunaikan nazar. Sebab pihaknya pernah bernazar ketika daya tahan tubuh putranya mulai membaik, keluarganya bakal berziarah ke makam KH Bisri Musthofa dan sowan ke Gus Mus. 

Dalam kunjungannya di kediaman Gus Mus, David Ozora diberi nasihat dan suwuk atau doa untuk diberi kesembuhan selama menjalani terapi. Kata Jonathan, terapi tahap 1 untuk putranya itu masih berlangsung hingga September mendatang. 

“Tadi diberikan beberapa nasehat dan suwuk oleh Mbah Mus yang tentu saja ini terkait dengan terapinya yang sampai saat ini masih terus dilakukan. Karena dari Dokter David ini terapi awal itu 6 bulan sejak keluar (rumah sakit), kalau April berarti September dia baru selesai terapi tahap 1,” bebernya. 

Dikatakan Jonathan, saat ngobrol dengan Gus Mus dirinya diberi banyak nasihat. Utamanya nasihat tentang menanggapi positif sebuah musibah yang merupakan ujian bagi manusia untuk naik kelas. 

“Bahwa ketika kalau mau naik kelas itu memang ujiannya sangat berat. Kita sebagai orang beriman juga harus menanggapi ini dengan tetap rendah hati dan semakin mengimani bahwa semua yang kita terima ini merupakan ridho Allah,” tuturnya. 

Terkait perkembangan kondisi David Ozora, ia mengungkapkan saat ini anaknya sedang memulihkan kemampuan motorik dan kognitif. Dimana saat ini kemampuan berjalan anaknya sudah bisa selama 16 menit, ketimbang pada waktu keluar dari rumah sakit yang hanya mampu bertahan selama 2 menit.

“Jadi setelah 16 menit dia akan mengalami perubahan di saturasi oksigen dan detak jantung. Itu pada menit ke 16, targetnya dia bisa stabil di menit 24. Jadi kalau tahap 1 normal itu bisa bertahan sampai 24 menit,” tandasnya. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Lingkar.news)

By admin