Pemkab Batang Perkuat Ekosistem Pengendalian Inflasi

BATANG, Lingkarjateng.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memperkuat ekosistem pengendalian inflasi daerah seiring dengan terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan bahwa, berdasarkan hasil pantauan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) disebutkan bahwa harga bahan kebutuhan pokok masih relatif cukup stabil. Pengendalian inflasi tersebut dilakukan bersama BI.

“Stabilnya itu normal, tidak ada kenaikan yang tinggi. Untuk harga beras premium sekitar Rp13 ribu per kilogram dibanding pada bulan sebelumnya hingga mencapai Rp14.500 per kilogram. Demikian juga, harga gula dan telur juga masih normal,” kata Pj Bupati Batang, pada Jumat, 27 Oktober 2023.

Menurut dia, inflasi di Kabupaten Batang yang mengikuti penghitungan Kota Tegal yang berada pada angka 3,6 persen maka dinilai cukup tinggi, apalagi nilai inflasi di Jawa Tengah hanya pada kisaran 2,48 persen dan inflasi nasional sebesar 2,28 persen.

“Kabupaten Batang memang tidak menginduk sendiri dalam penghitungan nilai inflasi tetapi mengikuti penghitungan inflasi Kota Tegal. Ini yang menjadi pertanyaan kita,” tuturnya.

Lani Dwi Rejeki mengatakan jika harga bahan pokok di daerah lebih tinggi maka harus ada upaya melakukan stabilisasi harga, menurunkan harga, melakukan stok bahan makanan dan pendistribusian bahan makanan.

Langkah itu, kata dia, harus bisa dilakukan oleh daerah itu apabila memang harga bahan pokok lebih tinggi dari daerah lainnya seperti Kota Tegal.

“Saya minta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM untuk melaporkan setiap hari jika ada kenaikan harga bahan pokok makanan,” ujarnya.

Misalnya, jika harga beras ada lonjakan harga, kata dia, maka harus diketahui penyebabnya apakah mungkin stok kurang atau distribusi bahan kebutuhan pokok dari Bulog ke pasar tidak lancar.

“Inilah yang perlu kita tangani secara bersama dan koordinasi yang efektif agar semua bisa terkendali dengan baik. Akan tetapi, Alhamdulillah hingga kini stok bahan makanan khususnya berada dari Perum Bulog masih aman,” pungkasnya. (Lingkar Network | Anta – Lingkarjateng.id)